Blog Bahasa Indonesia

Berbagi informasi dan ilmu tentang materi bahasa Indonesia.

Pecinta Bahasa dan Sastra Indonesia

Pecinta bahasa dan sastra Indonesia dapat belajar bersama dalam mengupas tuntas materi bahasa Indonesia tingkat SMA.

Cinta Indonesia

Gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di dalam ruang lingkup kehidupan.

Selasa, 22 Februari 2022

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

 

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

Tujuan Pembelajaran Khusus: 
CGP menunjukkan pengetahuan dan keterampilan yang meningkat dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi.

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:
  1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?
  2. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?
Kali ini, Anda akan diberikan tantangan yang memungkinkan Anda untuk tidak saja mereview kembali apa yang telah Anda pelajari, namun juga membuat koneksi diantara materi-materi tersebut dalam cara yang paling bermakna untuk Anda. Yang menyenangkan adalah, Anda juga diperbolehkan untuk memilih caranya!
  • Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas.
  • Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.
  • Tuangkah kesimpulan yang Anda buat tersebut dengan menggunakan cara atau media yang dapat Anda pilih sendiri. Anda dapat memilih menulis artikel, membuat infografik, vlogging (video blogging), dsb.
  • Unggahlah hasil kerja Anda pada kegiatan ini.
    • Jika Anda menulis artikel, salinlah artikel yang telah dibuat ke kolom Text online yang telah disediakan.
    • Jika Anda membuat infografik, silakan unggah infografik di kolom File submission.
    • Jika Anda membuat vlogging, silakan unggah rekaman vlogging ke google drive Anda, kemudian salinlah tautan rekaman Anda di google drive ke kolom Text online yang telah disediakan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa tautan google drive Anda sudah diset Shared/Dibagikan.

A. Pembelajaran Berdiferensiasi

    Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
  1. Lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar
  2. Tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas
  3. Penilaian berkelanjutan
  4. Merespon kebutuhan belajar muridnya
  5. Manajemen kelas yang efektif
    Pembelajaran berdiferensiasi adalah guru melakukan proses mencari tahu tentang keberagaman siswa, kondisi belajar, format pembelajaran serta proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran yang dilaksanakan. Ada 3 prinsip pembelajaran berdiferensiasi dalam memetakan kebutuhan belajar murid, yaitu kesiapan siswa (mencocokkan materi dari kurikulum sesuai dengan kesiapan dan kemampuan siswa dalam memahami materi), minat siswa (memasukkan kosep-konsep utama dari kurikulum/materi yang membangun atau memperluas minta siswa) dan profil belajar siswa (berkaitan dengan cara belajar siswa untuk memahami materi yang diberikan).


B. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Di Kelas

    Melakukan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, artinya guru melakukan proses mencari tahu tentang keberagaman siswa, kondisi belajar, format pembelajaran serta proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran yang dilaksanakan. Sebagai guru yang dapat saya lakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid adalah mengamati perilaku murid-murid mereka; mengidentifikasi pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan topik yang akan dipelajari; melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka. Cara guru mengakomodasi kebutuhan belajar murid di kelas dalam pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan 3 strategi, yaitu:
  1. Diferensiasi konten berhubungan dengan apa yang diajarkan pada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya.
  2. Diferensiasi proses adalah kegiatan yang memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri. Guru menetapkan jumlah bantuan yang akan diberikan pada murid-murid. Siapa sajakah murid yang membutuhkan bantuan dan siapa sajakah murid yang membutuhkan pertanyaan pemandu yang selanjutnya dapat belajar secara mandiri.
  3. Diferensiasi produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan pada guru. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Produk ini harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

C. Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dan Membantu  Mencapai Hasil Belajar yang Optimal

     Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid yang meliputi kesiapan belajar, minat dan profil belajar. Dengan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, maka guru akan merancang pembelajaran dengan mempertimbangkan keunikan dan keberagaman yang dimiliki pada setiap individu peserta didik. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi juga mempertimbangkan lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi dibangun dengan menciptakan learning community (komunitas belajar) atau komunitas yang semua anggotanya adalah pembelajar ditandai dengan iklim belajar di kelas yang mencerminkan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran diferensiasi dapat membantu pencapaian hasil belajar yang optimal karena:
  1. Murid dapat belajar dengan baik pada lingkungan sosial tertentu dan konteks budaya.
  2. Mempertimbangkan perbedaan murid untuk mengembangkan potensi belajarnya dari keterbatasan yang dimilikinya.
  3. Mengatasi perbedaan dan minat akan dapat memotivasi murid untuk belajar.

D. Kaitan Antara Materi dalam Modul ini dengan Modul Lain Di Program Pendidikan Guru Penggerak

    Keterkaitan antara materi dalam modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi terdapat pada modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Pada materi modul 1.1 dijelaskan bahwa Ki Hadjar Dewantara menjelaskan tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.
    Oleh sebab itu, untuk menuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya masing-masing, maka setiap guru seharusnya dapat memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Melalui pembelajaran diferensiasi, guru melakukan proses mencari tahu tentang keberagaman siswa, kondisi belajar, format pembelajaran serta proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi juga mempertimbangkan lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi dibangun dengan menciptakan learning community (komunitas belajar) atau komunitas yang semua anggotanya adalah pembelajar ditandai dengan iklim belajar di kelas yang mencerminkan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi, yaitu:
  1. Lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar
  2. Tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas
  3. Penilaian berkelanjutan
  4. Merespon kebutuhan belajar muridnya
  5. Manajemen kelas yang efektif






Sabtu, 08 Januari 2022

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata 

A. Latar Belakang

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”.

Oleh sebab itu, untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, maka penerapan budaya positif di sekolah sangat penting dalam menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik sebagai bentuk karakter positif. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan dalam membangun budaya positif, yaitu membuat keyakinan kelas. Keyakinan kelas akan lebih memotivasi seseorang dalam melakukan hal-hal positif atau displin positif di kelas ataupun di sekolah.

B. Deskripsi Aksi Nyata

     Sebagai sebuah strategi dalam membangun budaya positif di sekolah/kelas, maka saya mengajak peserta didik membuat keyakinan kelas yang selanjutnya menjadi kesepakatan bersama dalam pelaksanaannya. Dalam hal membuat keyakinan kelas, saya menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.

    • Saya menjelaskan tentang budaya positif kepada peserta didik;
    • Saya menjelaskan tentang pentingnya keyakinan kelas sebagai bentuk kesepakatan terhadap nilai-nilai kebajikan yang harus dilaksanakan kepada peserta didik;
    • Saya mengajak peserta didik untuk memberi pendapat terkait dengan hal apa saja yang akan dimasukkan dalam keyakinan kelas;
    • Saya meminta peserta didik menuliskan pendapat tersebut di dalam lembar kerja yang telah disediakan;
    • Selanjutnya, saya mengajak peserta didik mendiskusikan keyakinan kelas yang telah mereka usulkan agar menjadi kesepakatan kelas.



C. Hasil dari Aksi Nyata

    Dari kegiatan diskusi yang dilaksanakan dalam membuat keyakinan kelas, maka ada beberapa kesepakatan yang telah dihasilkan, yaitu:

    • Kita wajib hadir tepat waktu di sekolah
    • Kita saling membantu, peduli dan menghormati
    • Kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab
    • Kita wajib berpakaian dengan rapi
    • Kita harus bersikap sopan terhadap setiap orang

    Setelah membuat keyakinan kelas yang telah disepakati, saya memperhatikan bahwa peserta didik secara umum telah mengikuti pembelajaran dengan semangat, antusias, aktif dan bertanggung jawab.

D. Rencana Perbaikan

    Dari hasil pengamatan terhadap pelaksanaan keyakinan kelas, masih ada peserta didik yang belum konsisten dalam melaksanakan nilai-nilai kelas yang telah disepakati. Sehubungan dengan hal tersebut, maka akan dilakukan perbaikan dengan cara:

    • Meningkatkan kolaborasi dengan rekan guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan budaya positif di sekolah/kelas.
    • Meningkatkan kompetensi dalam melakukan restitusi dengan efektif.  
    • Memberikan praktik-praktik budaya positif kepada peserta didik secara konsisten.
    • Membuat konsekuensi yang tepat bagi peserta didik yang melanggar keyakinan kelas yang telah disepakati.

E. Penutup

    Demikian proses aksi nyata yang telah saya lakukan terkait dengan pembuatan keyakinan kelas dalam mewujudkan budaya positif di sekolah/kelas. Saya berharap agar peserta didik lebih konsisten dalam melaksanakan keyakinan kelas yang telah disepakati bersama. Hal ini dilakukan agar dapat membangun budaya positif pada masing-masing pribadi peserta didik, baik di sekolah, keluarga dan masyarakat.

RIKI FRANCISKO 
Calon Guru Penggerak Angkatan 4
Kabupaten Dairi
SMA Negeri 1 Sumbul

Sosialisasi "Budaya Positif"  

Kamis, 07 Januari 2021

KEMANDIRIAN UNTUK SUKSES

 KEMANDIRIAN UNTUK SUKSES

Karya:  Andrie Wongso

Sumber: https://andriewongso.com/kemandirian-untuk-sukses/


Di siang hari yang cerah, tampak seorang ibu di depan pintu rumahnya kedatangan seorang pengemis muda. Ia tampak berpakaian lusuh, berbadan dekil, dan sebelah tangannya kurang lengkap. Si pemuda berkata sopan, “Ibu yang baik, bolehkah saya minta sedikit makanan dan minuman, saya dari pagi belum makan. Tolong beri sedekah makanan pada orang seperti saya, Bu.”

Rabu, 21 Oktober 2020

Interaksi Pendidik dengan Peserta Didik Menggunakan Aplikasi Google Classroom

Silahkan simak video berikut ini agar kita mengetahui cara melakukan interaksi pendidik dengan peserta didik menggunakan aplikasi google classroom.

Selasa, 13 Oktober 2020

Mengundang Peserta Didik Menggunakan Aplikasi Google Classroom

Silahkan simak video berikut ini agar kita mengetahui cara mengundang peserta didik menggunakan aplikasi google classroom.

Kamis, 08 Oktober 2020

Membuat Materi Pelajaran Menggunakan Aplikasi Google Classroom

Silahkan simak video berikut ini agar kita mengetahui cara membuat materi menggunakan aplikasi google classroom.

Senin, 05 Oktober 2020

Mempersiapkan Kelas Menggunakan Aplikasi Google Calssroom

Silahkan simak video berikut ini agar kita mengetahui cara mempersiapkan kelas menggunakan aplikasi google classroom.